Bermain Sains Untuk Anak

Bermain Sains Untuk Anak

Bermain merupakan sebuah kata atau kegiatan yang identik dengan anak-anak, dengan bermain mereka akan merasa senang dan semangat, karena setiap apa yang mereka lakukan saat bermain didasari oleh keinginan hatinya sendiri. Sebagai orang tua, melarang anak untuk bermain adalah hal yang wajar, karena mungkin kebanyakan dari para orang tua takut akan bahaya atau dampak negatif yang dapat menimpa sang buah hati. Perlu diketahui bahwa melarang anak untuk bermain sama saja melarang anak untuk mengembangkan potensinya, dengan konteks bermain yang tidak bertentangan dengan hukum atau agama. Misalnya, anak laki-laki yang menyukai bermain robot-robotan atau mobil remot control, kemungkinan dari mereka memiliki potensi untuk mengembangkan ilmu robotika yang tanpa disadari bahwa permainan yang mereka sukai merupakan hasil dari karya sains. Dalam ilmu sains terdapat produk dan proses. Sebagai produk, sains merupakan hasil dari setiap kegiatan ilmiah yang berisi informasi berharga untuk keberlangsungan hidup manusia. Produk dalam sains memiliki cakupan seperti istilah, konsep, prinsip, dan teori dari berbagai bidang. Sedangkan pada proses sains meliputi kegiatan menelusuri, mengamati, dan melakukan percobaan.

Bermain Sains Untuk Anak

Kegiatan bermain sains untuk anak memiliki manfaat dalam mengembangkan potensi anak seperti berikut ini :

  1. Eksplorasi dan investigasi, yaitu kegiatan untuk mengamati dan menyelidiki objek serta fenomena alam yang bertujuan untuk mengembangkan pola pikir anak untuk berpikir secara sistematis.
  2. Mengembangkan ketrampilan proses sains dasar, seperti melakukan pengamatan, mengukur, mengkomunikasikan hasil pengamatan, dan sebagainya yang dapat mengasah kemampuan analisis anak;
  3. Mengembangkan rasa ingin tahu, rasa senang dan mau melakukan kegiatan inkuiri atau penemuan yang akan menggali bakat dari seorang anak.
  4. Memahami pengetahuan tentang berbagai benda berdasarkan ciri, sifat, struktur maupun fungsinya.

Peran orang tua atau guru sangat penting dalam membimbing anak untuk bermian sains, karena anak-anak belum memiliki pemikiran yang kompleks seperti orang dewasa. Para guru dan orang tua harus memiliki metode yang mampu diterima oleh anak-anak dalam bermain sains. Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan para guru dan orang tua sebagai acuan dalam pembelajaran sains untuk anak, yaitu :

  1. Bersifat Konkrit, yaitu menggunakan benda-benda nyata ketika bermain sains, karena jika dalam membimbing anak hanya menggunakan konsep-konsep yang abstrak, maka anak tersebut akan sulit untuk menanggapi apa yang dimaksud. Oleh karena itu bagi pembimbing perlu menyiapkan berbagai benda dan fasilitas yang diperlukan agar mampu menjembatani anak dalam menemukan sendiri makna dari konsep yang diberikan.
  2. Hubungan Sebab-Akibat Terlihat Langsung, yaitu memperlihatkan peristiwa secara langsung membuat anak mampu mengetahui hubungan sebab-akibat yang terjadi, oleh karena itu pembimbing memerlukan presentasi yang baik dalam memberikan sebuah peristiwa sesuai dengan kondisi nalar anak-anak secara langsung.
  3. Membangkitkan Eksplorasi Anak, yakni memungkinkan anak dapat melakukan eksplorasi terhadap berbagai benda di sekitarnya. Pembimbing dapat menghadirkan objek dan fenomena yang menarik di depan anak. Misalnya, seorang guru menghadirkan ulat yang akan menjadi kepompong. Anak akan merasa senang memperhatikan perilaku dan perubahan yang terjadi terhadap binatang tersebut yang menyebabkan anak-anak dapat menggunakan hampir semua panca inderanya untuk melakukan eksplorasi atau penyelidikan.
  4. Menekankan Proses Dibanding Produk, yaitu melakukan kegiatan eksplorasi dengan benda-benda yang disenangi anak. Biarkan anak secara alami menemukan berbagai pengertian dari interaksinya bermain dengan berbagai benda tersebut tanpa menekankan anak untuk berfikir apa hasil yang diperoleh. Dengan kata lain proses lebih penting daripada produk. Oleh sebab itu pembimbing tidak perlu menekankan anak dengan berbagai konsep sains atau mengharuskan anak untuk menghasilkan sesuatu dari kegiatan anak.
  5. Mengarahkan Anak Menggunakan Bahasa Dan Matematika, yaitu dalam mengenali sains hendaknya terpadu dengan disiplin ilmu yang lain, seperti bahasa, matematika, seni dan budi pekerti. Melalui sains anak melakukan eksplorasi terhadap objek. Anak dapat menceritakan hasil eksplorasinya kepada temannya, yang merupakan kemampuan anak dalam berbahasa atau berkomunikasi. Anak melakukan pengukuran, menggunakan bilangan, dan membaca angka, yang merupakan kemampuan anak dalam mengembangkan ilmu matematika. Anak dapat juga menggambarkan objek yang diamati dan meawarnai gambarnya, yang merupakan perwujudan dari ilmu seni. Anak juga diajarkan mencintai lingkungan atau benda disekitarnya, yang merupakan tindakan dalam berbudi pekerti.

Sebagai contoh bermain sains yang dapat dilakukan di rumah adalah dengan percobaan membuat kompas sederhana yang bertujuan untuk mengajarkan anak tentang mata angin dan magnetisme. Sebelum memulainya, siapkan dulu perlengkapan seperti mangkuk berisi air, jarum, magnet, styrofoam atau benda ringan lain yang dapat mengapung di air. Setelah dipersiapkan, lakukanlah percobaan dengan menggesekan jarum di atas magnet secara satu arah beberapa kali untuk membuat jarum tersebut besifat magnetis. Letakan jarum tersebut di atas styrofoam yang mengapung di mangkuk berisi air, maka jarum tersebut akan menunjukkan arah utara dan selatan pada setiap ujungnya. Tandailah bagian mana yang menunjuk ke arah utara dan yang menunjuk ke selatan, lalu putarlah mangkok tersebut. Maka jarum akan berputar dan tetap menunjukkan arah utara-selatan. Demikian percobaan membuat kompas sederhana telah berhasil dilakukan.